Minggu, 02 Mei 2010

politik

POLITIK

Definisi politik

Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polistaia, polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus dari sendiri/ berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda.
Dari segi kepentingan penggunaan politik terdiri dari :
1. Kepentingan umun (politics)
Adalah suatu rangkaian asas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.
2. Kebijaksanaan (policy)
Adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki.
Politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat/negara.
Hal-hal yang berkaitan dengan politik :
1.Negara
2.Kekuasaan
3.Pengambilan keputusan
4.Kebijakan umum
5.Distribusi


(sumber : wikipedia bahasa indonesia)

budaya bangsa

Budaya Indonesia
Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.
Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.
Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan Barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.

Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

implementasi wawasan nusantara

Wawasan Nusantara

Implementasi wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh diantaranya sebagai berikut :
1.Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila
Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.
2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik
adalah menciptakan iklim penyelenggaraan Negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat,aspiratif,dipercaya.
b. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi
adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. 1) Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
2) Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki daerah masing-masing.
3) Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
c. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya
adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui,menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup di sekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta.
d. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan keamanan
adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.


3. Penerapan Wawasan Nusantara
a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara. Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia.
b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
d. Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan transportasi.
e. Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila.
f. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.

Tantangan implementasi wawasan :
Pemberdayaan masyarakat
Kondisi nasional (pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan ancaman bagi integritas. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerah-daerah tertinggal.
Dunia tanpa batas
Era baru kapitalisme
Kesadaran warga negara
a.Pandangan Indonesia tentang hak dan kewajiban
b.Kesadaran bela negara

Prospek implementasi wawasan nusantara
Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sbb :
1. global paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
2.borderless world dan the end of nation state menyatakan batas wilayah geografi relative tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tersebut.
3.the future of capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
4.building win win world (Henderson) menyatakan perlu adanya perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.
5.the second curve (ian morison) menyatakan dalam era baru timbul adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru.

Keberhasilan implementasi wawasan
Diperlukan kesadaran WNI untuk :
1. Mengerti, memahami,menghayati tentang hak dan kewajiban warga negara serta hubungan warga negara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
2.Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang.


(sumber : dari berbagai sumber)

Rabu, 31 Maret 2010

demokrasi

PKS dan GOLKAR Tolak Ancaman

Mereka menyerahkan masalah reshuffle ke SBY. Dua partai koalisi pemerintah tidak gentar pada ancama reshuffle, yang digulirkan pada sekjen demokrat. Menurutnya apa yang dilakukan oleh PG dipansus angket century sudah berada pada jalurnya. PG konsisten membongkar kasus bank Century selebar-lebarnya. Hingga kesimpulan kali ini PG yakin adanya dugaan tindak pidana.
Peringatan, ancaman, sanksi atau apapun yang ditunjukkan pada PG tidak akan merubah sikap PG hingga pandangan pada akhir fraksi nanti hingga akhir ini kontrak koalisi yang ditandatangani oleh ketua umum PG dan SBY masih dalam koridor yang sebenarnya. Koalisi partai bukan berarti PG harus membeo pada PD. Sikap serupa ditunjukkan PKS, mungkin punya kepentingan dengan Bank Century. Menegaskan bahwa koalisi yang di bangun PKS dengan SBY tidak untuk melindungi orang per orang apalagi yang nantunya akan diduga melanggar hukum dalam kasus Bank Century.
Kencangnya isu pemaksulan sebagai efek Century juga telah membuat organisasi pendukung SBY beraksi .
Konflik Horizontal
massa yang berbeda pandangan soal Century bisa saling menghormati, hal ini sudah mulai karena adanya demo yang dilakukan sejumlah media massa yang mengaku pendukung SBY. Sekarang ini merupakan momentum awal bangkitnya segenap elemen awal bagi bangkitnya segenap elemen nasyarakat pendukung SBY untuk menghadapi setiap fitnah yang dilontarkan oleh kelompok lain. Saat ini para pendukung pasangan SBY-Boediono menahan diri agar tidak terpancing berbagai gerakan delegitimasi pemerintah yang dilakukan oleh kelompok masa lainnya.

(Koran republika)

tulisan budaya

B.A.H.A.S.A



Bahwa Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat dijamin konstitusi dan sangat diperlukan dalam berkehidupan berdemokrasi jelas tak perlu dipersalahkan. Namun bagaimana hak tersebut dilaksanakan tampaknya merupakan masalah tersendiri. Majalah ini mengarai ada persoalan etika pada sejumlah angota panitia khusus DPR tentang Bank Century dalam upaya mengorek keterangan dari para saksi yang sebagian diantaranya merupakan pejabat negara.”ketidaksopanan dalam mengajukan pertanyaan-baik retorika, bahasa tubuh, maupun bahasa ucap memprihatinkan. Catatan ini penting karena perilaku minus sebagian anggota khusus itu bisa mencederai tujuan mulia “mencari kebenaran” yang hendak mereka gapai.

“Repertoar” yang digelar panitia khusus DPR tersebut menggugah imajinasi tentang praktek retorika dalam tradisinya yang paling purba-yakni retorika soffis pada masa yunani kuno menjelang akhir abad ke-5 sebelum masehi. Digalakan para filsuf seperti Gorgias, Protagoras, dan Isocrates, retorika sofis mengajarkan ketrampilan berbahasa-terutama berpidato-didepan publik. Inti ajarannya adalah memenangkan suatu kasus atau tujuan politik tertentu melalui tuturan (lisan). Karena itu penutur dituntut fsih berbahasa, lihai memainkan ulasan, dan piawai menocok emosi lawan. Bukan hal aneh jika retorika sofis mengarah pada tujuan cara berdebat kusir, berpokrol bambu, atau bersilat lidah.

Hingga kini, retorika soffis tetap aktual dalm pentas politik dan juga ekonomi. Pidato kampanye
penyataan politik, propoganda, dan iklan adalah contoh potensi wujud nyata retorika lawas itu. Celakanya , tak jarang tergelincir terjadi “omong kosong”. Sekian abad lampau, ketika menulis Lis Gorgias (terbit pertama kali pada 463), plato mengencam retorika gaya soffis sebagai doxa atau manipulasi opini publik, mengabaikan espiteme, dan hanya dimanfaatkan warga polis yang kaya raya.

Bagi Aristoteles, retorika sofis terlalu sempit untuk membangun peradaban yang lebih luas. Melalui rhetoric(1355), ia mengembalikan maratabat retorika sebagai “kecakapan (dunamis, daya, kekuatan) menemukan saran persuasif yang obyektif untuk memecahkan masalah”.dengan kata kunci menemukan, retorika aristotelian-lisan ataupun tulisan-menjadi wacana kritis, bukan sekedar mencari kemenangan. Pertanyaan pentingnya adalah apa arti suatu kemenangan bila mengabaikan kebenaran, betapaun terbatasnya kebenaran itu. Retorika , menurut Aristoteles adalah techne yang membiasakan orang membeberkan kebenaran. Funsinya dikembangkan untuk memandu orang mengambil alternatif pemecahan masalah, menganalisis kasus secara sistematis dan obyektif sehingga menyakinkan publik dan mengajarkan cara efektif mempertahankan gagasan atau argumen.

Tak diragukan, Aristoteles telah meletakan dasar retorika sebagai bahasa ilmu pengetahuan sekaligus sebagai kata kajian ilmiah. Meski demikian, kata kunci kebenaran yang dia sodorkan menimbulkan pertanyaan :untuk apa kebenaran itu . Kehidupan manusia jelas tak dapat dipisahkan dengan retorika dari kehidupan individual sampai kehidupan sosial yang kompleks .

(Majalah tempo )

tulisan sosial

MALUKU BERSIAPA DIRI SONGSONG SAIL BANDA 2010

Mengulang keberhasila sail bunaken pada tahun 2009 tahun lalu, pemerintah kembali menggelar acara serupa di maluku yang diberi nama sail banda 2010. Acara yang bernuansa dibidang kelautan dan pembangunan masyarakat. Secara umum sail banda 2010 dititikberatkan pada upaya mengembangkan kekayaan laut demi kesejahteraan rakyat. Dalam penyelengaraan sail banda 2010 memiliki sekitar 14 agenda utama yang sebagian besar berupa kegiatan kelautan, kegiatan olahraga bahari, festival budaya, dan aktivitas wisata seperti yacht rally dan race, kejurnas olahraga perairan dan game fishing, internasional diving tournament, internasional conference on small island, konfrensi kerjasama Indonesia-Australia, seafood and fish product expo, lintas nusantara remaja bahari, hingga operasi bhakti surya baskara jaya merupakan acara yang diminati selama sail banda digelar.
“sail banda akan diisi tujuh konfrensi nasional dan internasional”. Konfrensi dimaksud diantaranya pertemuan tingakat menteri coral triangel initiative(CTI), konfrensi internasional tentang sagu dan rempah-rempah, pertemuan angkatan laut regional, dan konfrensi internasional ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan. Empat kapal riset dijadwalkan ke ambon pada puncak sail banda. Kegiatan yang tak kalah pentingnya, yakni program kemanusiaan. Meliputi, bakti sosial, pemberian bantuan, pelayanan kesehatan, serta pembanunan infrastruktur bertajuk operasi bhakti surya baskara. Sasarannya adalah pulau – pulau terpencil dengan melibatkan kapal-kapal rumah sakit dan TNI-AL,AL Australia, AL singapura, AL malaysia, AL Selandia Baru, dan AL amerika serikat. TNI-AL akan mengerahkan kapal rumah sakit KRI. Direncanakan pusat kegiatan sail banda akan ditempatkan di sejumlah titik. Mulai dari banda neira, kabupaten maluku tengah sampai tiakur maluku barat daya. Kegiatan internasional ini bertujuan untuk menggugah dunia bahwa Indonesia sebagai negara maritim yang potensial dan memiliki kekayaan laut serta keanekaragaman kebudayaan, sekaligus menunjukkan pada dunia internasional bahwa maluku saat ini kondisinya sudah aman. Aman untuk berekreasi atau berwisata. Sail belanda ini dapat diharapkan dapat mendorong investasi maluku, mempromosikan maluku dimata nasional dan dunia sebagai destinasi wisata dunia, dan menjadikan maluku sebagai pintu gerbang timur Indonesia. Disamping itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi kelautan dan perikanan maluku dan menjadikan sebagai lumbung ikan nasional. Maluku siap dieksplorasi dan diolah sebesar-besarnya demi kemakmuran dan kesejahteraan.

tulisan politik

SEKUTU DAN SETERU DALAM KONFLIK CENTURY

Semakin dekat akhir penyelidikan skandal Bank Century, makin banyak kasus bary muncul. Pasti bukan sebuah kebetulan bila kasus yang mendadak datang bak cendawan di musim hujan itu menyangkut anggota Dewan Perwakilan Rakyat “penyerang” kebijakan pemerintah yang menyelamatkan Bank Century. Banyak orang yakin, partai pendukung pemerintah dan istana punya perang dibalik serangan balik ini.
Serang-menyerang selama sidang panitia khusus Century berlangsung ada “hikmahnya”. Sebab masa lalu politikus “penyerang” bailout Century ternyata tidak mulus-mulus amat, untuk tidak menyebut belepotan kasus, karena itu mereka harus diusut. Selanjutnya, baku banting “kartu as” diantara partai pendukung kebijakan pemerintah dan barisan pengkritik sesungguhnya menyehatkan penyelenggaraan negara ini. Kasus demi kasus yang terkuak semua diduga merupakan urusan korupsi,”lemak jahat” yang mengancam keuangan negara.
Kompetisi politik disenayan memang bising dan membuat orang jenuh, tapi pastilah meningkatkan demokrasi dinegara kita. Persaingan membuat konflik antarelite mustahil dihindari. Pada saat yang sama, pergeseran posisi dari sekutu menjadi seteru mudah sekali terjadi, terutama karena persekutuan didasari aneka kepentingan jangka pendek. Pihak yang berseteru lumrah saja saling membuka keborokan lawan- misalnya dengan cara membocorka n sebagian rahasia lawan kepada media masa. Persengkokolan yang semula ditutup rapat pun terkuak.
Kasus dugaan penggelapan pajak Rp.2,1 triliun oleh tiga perusahaan milik keluarga Aburizal Bakrie, ketua umum Partai Golkar, merupakan contoh terbaik. Menjadi gunjingan di dalam kalangan terbatas sudah setahun lebih, pergerakan kasus ini bergerak secepat siput. Besar kemungkinan, penyelidikan tersendat karena Aburizal ketika itu masih sekondan terkuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu dapat dilihat dukungan Istana ketika Aburizal terpilih menjadi ketua umum dalam musyawarah Nasional Partai Golkar, oktober tahun lalu.
Dugaan penggelapan pajak terbesar dalam sejarah Indonesia itu baru dipublikasikan ditengah silang sengkarut penyelidikan kasus Bank Century.Terutama, setelah Partai Beringin secara demonstratif menentang penyelamatan bank itu dengan sejumlah argumen.”serangan” ini langsung ditanggapi. Meski tak menyebut nama, didepan para pejabat kepolisian, Presiden memerintahkan pengemplang pajak ditindak. Aburizal bakrie membalas pernyataan itu dengan menyatakan, ”Jangankan ancaman pajak, ditembak matipun golkar tidak gentar”.
Serangan “balik” tak berhenti pada partai beringin. Tiba-tiba mencuat dugaan hibah tak wajar dalam daftar kekayaan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo, kita tahu, laporan investigasi BPK banyak dipakai sebagai”peluru” untuk menyerang kebijakan penyelamatan padahal sejumlah petinggi pemerintah yakin laporan BPK mengandung banyak kelemahan. Saling serang dengan membuka data keborokan lawan ini bukan hal baru.
Politik memang tak bisa lepas dari tawar menawar dan pemberian konsesi. Namun tak bisa dibenarkan bila aneka kasus yang sekarang muncul ternyata hanya menjadi senjata penguasa untuk memenangi pertarungan dan menjaga koalisi. Melanggengkan koalisi dengan cara menutupi berbagai kasus, apalagi yang terbuka didepan publik, merupakan kesalahan politik yang tak termaafkan.

( majalah tempo ed. 22-28 februari 2010)